"Kita jadi objektifnya itu bukan untuk nyari untung di DSI, bukan, tapi objektifnya adalah menertibkan yang tertib jalan terus nah yang belum tertib ditertibkan kan praktek-praktek seperti under invoicing dan transfer pricing, itu kemudian bisa kita berantas sehingga semua dikelola dengan tertib," terangnya.
Lebih lanjut, Sudaryono mengibaratkan DSI sebagai pipa transparan yang memungkinkan pemerintah memantau harga ekspor sumber daya alam secara lebih terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Anggaplah ini semacam pipa transparan gitu, jadi kita ingin melihat transparansi disitu disesuaikan dengan harganya pakai AI, pakai apa gitu, supaya sekali lagi objektif atau tujuan dari pemerintah bukan nambahin rente kemudian ngambil untung disitu, bukan," tegasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.