Susiwijono juga menekankan bahwa kemajuan ekonomi, pembangunan, dan teknologi harus tetap berjalan beriringan dengan penguatan moral serta karakter kebangsaan.
Oleh karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai living ideology yang terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau hafalan semata.
Seluruh aparatur negara juga diharapkan mampu menghadirkan kebijakan publik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial, melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan, serta menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan nasional sekaligus menghadapi berbagai ancaman intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” pungkas Susiwijono.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.