Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Kalau Rakyat Kita Lapar

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2026 |14:09 WIB
Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Kalau Rakyat Kita Lapar
Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Kalau Rakyat Kita Lapar (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, tidak akan ada bangsa yang kasihan kepada Indonesia jika rakyat mengalami kelaparan dan kesulitan.

Hal ini disampaikan Prabowo saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (1/6/2026).

"Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita, kalau kita kesulitan, rakyat kita lapar, rakyat kita dalam kesulitan, tidak akan ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita," kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo melakukan berbagai langkah transformasi. Prabowo mengakui langkah-langkah tersebut tidak akan selalu mendapat dukungan dari semua pihak. Di mana akan selalu ada perlawanan dari pihak-pihak yang dinilai tidak memiliki komitmen terhadap kepentingan bangsa.

“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI,” lanjutnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh takut menghadapi tantangan tersebut. Prabowo menilai bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan yang benar, meskipun tidak selalu mudah dan populer.

“Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” katanya.

 

Sementara itu, Prabowo berbicara mengenai ekonomi Pancasila. Prabowo menyatakan, perekonomian Indonesia sudah tercetak jelas, di mana harus disusun berdasarkan azas kekeluargaan.

“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan, ekonomi kita, berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita," kata  Prabowo dalam amanatnya.

"Oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan semua pendiri-pendiri bangsa kita, tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 UUD 1945, di mana sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama, berdasarkan azas kekeluargaan," sambungnya.

Prabowo mengatakan, koperasi harus diperkuat dan bangkit. Dia menyebut operasi sebagai salah satu alat untuk mengangkat rakyat Indonesia dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan.

“Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Saudara-saudara, karena itu, rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan," jelas Prabowo.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement