Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Anjlok, Industri Susu Terpukul karena 80% Kebutuhan Masih Impor

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |15:16 WIB
Rupiah Anjlok, Industri Susu Terpukul karena 80% Kebutuhan Masih Impor
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan tekanan terhadap industri susu nasional. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan tekanan terhadap industri susu nasional. Kenaikan kurs dolar berdampak pada meningkatnya harga sapi perah impor maupun biaya bahan baku susu yang masih didominasi produk impor.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menerangkan tingginya nilai dolar AS menyebabkan harga sapi perah impor mengalami kenaikan.

"Memang sekarang ada kenaikan harga sapi perah," kata Makmun dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Dampak pelemahan rupiah juga dirasakan oleh pelaku industri pengolahan susu. General Manager Research and Development (R&D) Health and Wellness Divisi Dairy PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Tjatur Lestijaman, mengungkapkan bahwa mayoritas kebutuhan bahan baku susu nasional masih bergantung pada impor sehingga pergerakan kurs menjadi faktor yang memengaruhi biaya produksi.

"Kurang lebih karena 80 persen dari kebutuhan susunya masih impor, dan harganya juga terpaut dengan dolar. Sedikit banyak memang ada pengaruh terhadap biaya bahan baku Indomilk dalam hal ini," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement