JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), resmi mengesahkan pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini. Langkah ini menyusul capaian kinerja keuangan yang solid dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan di sepanjang tahun buku 2025.
Manajemen HRTA menetapkan nilai dividen sebesar Rp40 per lembar saham. Mengacu pada tingkat harga saham di level 2.300 per lembar, besaran dividend yield perseroan tercatat berada di kisaran 1,8 persen, dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menyentuh angka 18,83 persen.
Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto mengungkapkan bahwa torehan positif ini merupakan cerminan dari kuatnya fundamental bisnis perusahaan serta keandalan strategi integrasi ekosistem yang tengah dikembangkan.
“Pertumbuhan positif di awal tahun ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan Perseroan dalam menangkap peluang pasar di tengah dinamika ekonomi global. Kami terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis, peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi internasional maupun nasional, serta perluasan jangkauan pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Sandra dalam acara Public Expose HRTA, Rabu (3/6/2026).
Pertumbuhan gemilang ini tercermin dari realisasi tahun penuh (full year) 2025 yang sukses menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sepanjang 2025, pendapatan HRTA melonjak drastis hingga 144,39 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y) menjadi Rp44,55 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,23 triliun.
Sejalan dengan itu, laba bersih emiten perhiasan ini menguat 121,29 persen y-o-y menjadi Rp978,49 miIiar dibandingkan perolehan 2024 yang bernilai Rp442,18 miliar.
Tren positif perseroan terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada kuartal I-2026, HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp20,16 triliun, atau tumbuh melesat 196,96 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar Rp6,78 triliun.
Laba bersih pada tiga bulan pertama tahun ini juga terkerek naik 189,48 persen menjadi Rp433,49 miliar, dari posisi Rp149,75 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.
Akselerasi performa ini ditopang oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 75,18 persen y-o-y menjadi 7,83 ton.
Selain itu, harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) produk perseroan ikut terkerek naik sebesar 71,01 persen secara tahunan menjadi Rp2.567.213 per gram.
Dari total pendapatan yang dikantongi, lini bisnis grosir masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi dominan mencapai 90,60 persen.
Porsi ini sudah mencakup serapan pasar dari segmen institusi keuangan bullion bank serta beberapa perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel menyumbang sebesar 9,13 persen dan lini bisnis gadai memberikan kontribusi 0,26 persen.
Senada, Direktur Keuangan Hartadinata Abadi, Ong Deny mengatakan, Hartadinata Abadi berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid dimana di sepanjang tahun 2025, kinerja keuangan Perseroan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa.
“Pendapatan Perseroan di tahun 2025 tercatat meningkat sebesar Rp44,55 triliun, tumbuh hingga 144,39 persen secara y-o-y dari Rp18,23 triliun di 2024. Di sisi lain, laba bersih tercatat sebesar Rp978,49 miliar di 2025, tumbuh 121,29 persen y-o-y dari Rp442,18 miliar di 2024,” ungkap Ong Deny.
Demi mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan, HRTA kini telah mengoneksikan seluruh mata rantai proses manufaktur dari hulu ke hilir.
Upaya ini didukung oleh peningkatan total kapasitas produksi pabrik yang kini mampu menyentuh angka 60 ton per tahun, meliputi lini produksi emas batangan, perhiasan emas, hingga fasilitas pemurnian komoditas emas. Hingga saat ini, jaringan distribusi fisik perseroan tercatat telah mengoperasikan 85 gerai toko retail Hartadinata Abadi serta 138 gerai Gadai Hartadinata Abadi (GHA) di berbagai penjuru wilayah Indonesia.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.