JAKARTA - 5 mata uang terkuat di Asia, nomor 1 Dinar Kuwait.
Dinar Kuwait menempati posisi pertama sebagai mata uang terkuat di Asia sekaligus di dunia, mengungguli sejumlah mata uang negara maju lainnya, termasuk dolar Amerika Serikat (USD).
Berdasarkan data Open Exchange dan dikutip dari Forbes, Rabu (3/6/2026), 1 dinar Kuwait (KWD) saat ini bernilai sekitar USD3,24 atau setara USD1 hanya bernilai sekitar 0,31 dinar Kuwait.
Banyak yang mengira dolar AS menjadi mata uang terkuat di dunia. Namun, data menunjukkan sebaliknya, sejumlah mata uang negara Timur Tengah justru menempati posisi teratas karena faktor ekonomi dan cadangan energi.
Kuwait yang terletak di antara Arab Saudi dan Irak merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia. Kekuatan ekonomi berbasis energi membuat dinar Kuwait menjadi mata uang terkuat, dengan nilai sekitar USD3,24 per 1 KWD.
Bahrain adalah negara kepulauan di Teluk Persia. Mata uang dinar Bahrain mulai digunakan pada 1965. Saat ini, 1 dinar Bahrain bernilai sekitar USD2,65 atau setara 0,38 USD per 1 BHD.
Oman yang berada di Semenanjung Arab juga mengandalkan sektor minyak dan gas sebagai penopang ekonomi. 1 rial Oman bernilai sekitar USD2,60 atau setara 0,38 USD.
Dinar Yordania mulai beredar pada 1950-an dan saat ini bernilai sekitar USD1,41. Yordania merupakan negara yang tidak terlalu bergantung pada minyak dan gas, namun menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi dan utang.
Dolar Singapura menempati posisi kelima dengan nilai sekitar USD0,78 per 1 SGD. Kekuatan mata uang ini ditopang oleh kebijakan moneter yang ketat serta fundamental ekonomi dan cadangan keuangan yang kuat.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.