JAKARTA - Perubahan perilaku masyarakat dalam mencari hunian semakin mengarah ke platform digital. Kondisi ini mendorong pelaku industri perbankan dan teknologi properti menjalin kerja sama untuk mempermudah proses pencarian rumah hingga pengajuan pembiayaan secara daring.
Salah satu kolaborasi terbaru dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan platform properti digital Pinhome. Kerja sama tersebut mencakup integrasi layanan pencarian properti dengan fasilitas pembiayaan perumahan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah baru, rumah bekas, hingga fasilitas pemindahan kredit (take over).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kerja sama ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin mengandalkan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan, termasuk dalam mencari hunian dan pembiayaan.
"BTN terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Pinhome menjadi bagian dari upaya kami memperluas akses pembiayaan rumah yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital," ujar Nixon dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait digitalisasi proses kredit konsumer di Jakarta.
Menurut Nixon, pengalaman panjang BTN dalam menyalurkan pembiayaan perumahan perlu didukung oleh kemitraan dengan platform digital yang memiliki jangkauan luas kepada calon pembeli rumah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi properti dan layanan pembiayaan.
"Ekosistem properti saat ini semakin digital. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kanal-kanal yang memang menjadi pilihan mereka dalam mencari rumah dan memperoleh informasi pembiayaan," kata Nixon.
Ia menambahkan, integrasi layanan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses yang harus dilalui calon pembeli rumah, mulai dari mencari hunian hingga mengajukan kredit.
"Yang kami bangun bukan hanya kerja sama pemasaran KPR. Kami ingin menciptakan journey pembiayaan rumah yang end-to-end dan seamless sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman sejak mencari properti hingga proses pengajuan kredit," jelas Nixon.
Menurutnya, pendekatan berbasis digital menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan generasi muda terhadap layanan yang cepat dan praktis.
"Generasi muda merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri perumahan. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses informasi dan pembiayaan yang lebih mudah sehingga impian memiliki rumah dapat terwujud lebih cepat," tutur Nixon.
Ia juga menilai kemudahan akses pembiayaan dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan sektor properti nasional di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
"Pada akhirnya, tujuan utama kami adalah menghadirkan solusi kepemilikan rumah yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan kolaborasi yang tepat, kami optimistis akses pembiayaan perumahan akan semakin luas dan mampu mendorong pertumbuhan sektor properti nasional," ucap Nixon.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.