JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan langkah strategis berupa perluasan cakupan skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyasar talenta-talenta terbaik di bidang ekonomi syariah. Transformasi program ini didesain agar lebih inklusif dan merata melalui penyediaan program pembinaan khusus (matrikulasi) sebelum para penerima beasiswa menempuh studi di universitas-universitas terkemuka dunia.
Gagasan tersebut dilemparkan Purbaya dalam forum Rapat Rutin Badan Pengurus Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta. Bendahara Negara ini memastikan dukungan pembiayaan dari APBN maupun instrumen kebijakan fiskal siap digelontorkan, asalkan cetak biru program yang disodorkan memiliki struktur yang matang dan memberikan dampak konkret bagi perekonomian.
"Pengembangan ekonomi syariah harus berorientasi pada substansi, bukan sekadar simbolisme," ujar Purbaya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/6/2026).
Purbaya kemudian memberikan komparasi dengan keberhasilan sistem perbankan komunitas (sparkassen) di Jerman yang secara esensi mengadopsi kemiripan nilai dengan prinsip syariah dalam menopang ketahanan ekonomi daerah.
"Prinsip ekonomi syariah sesungguhnya dapat berjalan secara efektif dan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Purbaya.
Merespons tawaran kolaborasi tersebut, Ketua Umum IAEI Nasaruddin Umar mengakui ada pekerjaan rumah (PR) besar yang mengganjal, yakni masih minimnya tingkat literasi ekonomi syariah di kalangan publik domestik walau Indonesia memegang predikat sebagai negara dengan basis populasi Muslim terbesar di global.
Untuk itu, sinergi yang melibatkan regulator, akademisi, pelaku industri, hingga lembaga pemikir (think tank) menjadi hal yang mutlak.