Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Danantara Buka Peluang Bentuk Perusahaan Leasing Pesawat 

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |09:54 WIB
Danantara Buka Peluang Bentuk Perusahaan Leasing Pesawat 
Danantara Buka Peluang Bentuk Perusahaan Leasing Pesawat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN Dony Oskaria mengungkapkan rencana Danantara untuk membuka perusahaan leasing pesawat atau penyewaan pesawat terbang. 

Menurut Dony, pembentukan perusahaan leasing pesawat di bawah Danantara menjadi opsi untuk menjalani kontrak pembelian 50 pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS).

Dony menjelaskan opsi tersebut dikaji untuk mendapatkan formula yang lebih efisien dan paling menguntungkan untuk negara maupun perusahaan maskapai, dari kontrak pembelian 50 pesawat Boeing dalam beberapa tahun mendatang. 

"Kita sedang mengkaji juga kan kemungkinan Danantara itu membuka perusahaan leasing company sendiri dan sebagainya. Jadi dipertimbangkan mana yang paling menguntungkan untuk kita," ujar Dony saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).

Dony mengatakan saat ini proses pembelian 50 pesawat Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih dalam tahap kajian, mulai dari dari jadwal kedatangan pesawat hingga skema bisnisnya. Namun, Dony menegaskan pemerintah tetap berkomitmen membeli pesawat Boeing. 

"Tentu banyak pertimbangan ya, dan tentu komitmennya harus kita jalankan, tapi pertimbang-pertimbang. Waktunya juga kan masih dipelajari, kedatangan pesawatnya, business models-nya, termasuk juga nanti leasing-nya akan pakai yang mana," sambungnya. 

 

Sekadar informasi, pada awal Februari 2026, Indonesia dan AS telah menandatangani dokumen kesepakatan dagang bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance yang memuat ketentuan perdagangan timbal balik AS.

Dalam salah satu poin kesepakatan dagang, Indonesia wajib melakukan pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan senilai USD13,5 miliar.

"Dari Agreement Reciprocal Tarif ini, ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara, di antaranya rencana pembelian 50 pesawat dari Boeing," ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers dari Washington DC, AS pada Jumat, 20 Februari 2026.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement