Hal yang paling mencuri perhatian para analis pasar adalah penetapan spread (selisih imbal hasil) yang sangat ketat terhadap kurva sovereign (surat utang negara) Republik Indonesia. Untuk tenor lima tahun, spread ditetapkan hanya sebesar 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara, sedangkan untuk tenor 10 tahun berada di angka 34 basis poin.
Angka spread yang kompetitif ini menempatkan Danantara sejajar dengan penerbit berafiliasi negara lainnya yang sudah memiliki rekam jejak panjang di pasar internasional. Padahal sebagai pemain baru, Danantara belum memiliki dukungan kurva eksisting maupun riwayat penerbitan sebelumnya.
Pencapaian selisih imbal hasil yang sangat tipis dengan surat utang negara ini membuktikan pengakuan dunia terhadap kaitan erat institusi ini dengan kedaulatan negara. Hal ini juga mempertegas posisi tawar Danantara sebagai perpanjangan tangan strategis Indonesia dalam mengelola modal global.
"Pencapaian spread yang begitu dekat dengan kurva Republik Indonesia mencerminkan pengakuan investor terhadap kekuatan kerangka institusional DIM serta keterkaitannya dengan sovereign. Hal ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola, dan institusi DIM," tulis manajemen.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.