Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |20:48 WIB
OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini
OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa perbankan nasional akan melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) pada bulan ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, otoritas belum dapat memetakan secara final apakah revisi target korporasi tersebut akan bergerak ke arah yang lebih konservatif (ke bawah) atau justru lebih ekspansif (ke atas).

"Tentu tergantung, prospek ya, persepsi bank dan lain sebagainya. Karena itu yang kita harapkan sih akan ada peningkatan ya," kata Dian saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dian mengungkapkan bahwa arah revisi target kinerja perbankan ini akan sangat berkorelasi dengan indikator makroekonomi terkini, termasuk penguatan nilai tukar rupiah yang mulai bergerak stabil serta tren pemulihan di pasar modal domestik.

Redanya volatilitas kurs diyakini akan langsung mendongkrak kepercayaan diri para pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas perdagangan internasional.

"Saya kira ini juga momen yang baik lah, kira-kira gitu. Karena sebagian orang kan concern dengan masalah fluktuasi rupiah kan, kalau misalnya fluktuasi rupiah itu kemudian bisa dikendalikan, tentu mereka-mereka yang berbisnis yang terkait dengan masalah import-export, itu pasti akan lumayan meningkat kan gitu," jelas Dian.

Di samping faktor domestik, industri perbankan juga mendapat angin segar dari meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada gencatan senjata. Kondisi tersebut memicu penurunan harga minyak mentah dunia secara gradual, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga energi di dalam negeri.

Mengenai kebijakan moneter, Dian menyinggung dampak dari pengetatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

Dia mengingatkan bahwa selalu terdapat jeda waktu (time lag) sebelum kenaikan suku bunga bank sentral tersebut ditransmisikan sepenuhnya oleh perbankan ke sektor suku bunga kredit. Meski demikian, berdasarkan hasil survei OJK, persepsi pelaku pasar dinilai masih berada di zona positif.

"Jadi memang kita sekarang itu sungguh, kalau ngelihat ini bisa dikatakan persepsi ya, yang kemarin berasakan hasil sukses kita itu kan masih positif gitu kan. Nah ini yang kita lihat itu yang paling tentu buat kita yang concern-nya itu berapa lama," ujar Dian.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement