Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Gelontorkan Rp21 Miliar Renovasi Cagar Budaya di Surakarta

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |10:57 WIB
Pemerintah Gelontorkan Rp21 Miliar Renovasi Cagar Budaya di Surakarta
Cagar Budaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum menggelontorkan anggaran Rp21 miliar untuk merenovasi zona inti kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta. 

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra R.P. Situmorang, mengungkapkan bahwa pemugaran ini fokus utamanya berada diatas lahan seluas 22.000 meter persegi yang menjadi jantung dari istana tersebut.

"Namun perlu digarisbawahi, ini adalah bangunan heritage. Kita tidak bisa dan tidak akan merombaknya secara signifikan. Kita hanya melakukan refresh, perbaikan arsitektural, dan perkuatan struktur penyangga," ujar Chandra dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026). 

Berdasarkan hasil asesmen, titik intervensi terbesar akan difokuskan pada area Pendopo Ageng. Pengerjaan teknis di area ini akan menyasar pada perbaikan sebagian struktur atap, pengecekan dan perbaikan plafon, serta optimalisasi performa struktur bangunan. 

Saat ini, proyek pemugaran zona inti Mangkunegaran tengah memasuki proses tender. Kementerian PU menargetkan proses penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa spesialis bangunan bersejarah dapat terlaksana pada minggu kedua bulan Juli 2026.

"Perkiraan biaya yang akan kita keluarkan sekitar Rp21 miliar. Kita berharap pada bulan Desember tahun ini seluruh pengerjaan sudah selesai dan tuntas dilaksanakan," jelasnya.

Dukungan terhadap pelestarian keraton di Surakarta ini semakin memperpanjang rekam jejak Kementerian PU. Sebelumnya, pemerintah juga telah merampungkan dukungan perbaikan bangunan cagar budaya di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga murwah bangunan bersejarah sebagai identitas dan kekayaan budaya bangsa.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement