Menanggapi fenomena pelemahan kurs tersebut, Purbaya memilih menahan diri untuk tidak berkomentar lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kebijakan stabilisasi moneter kepada otoritas Bank Indonesia (BI).
Meski demikian, Purbaya meluruskan kekhawatiran pasar mengenai potensi jebolnya anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia memastikan kas subsidi energi tidak akan membengkak lantaran tim Kemenkeu sejak awal telah menyusun kalkulasi APBN menggunakan skema asumsi makro kurs Dolar AS yang jauh di atas angka Rp16.500.
"Kan waktu itu udah kita hitung dengan dolar yang bukan Rp 16.500. Jadi nggak (membengkak), masih aman. Nanti kalau saya sebutin angkanya, Anda akan bilang, 'Oh pemerintah menentukan rupiah sekian,' tapi nggak, kita udah hitung dengan hati-hati," pungkas Purbaya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.