Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Pemadaman Listrik Bergilir Jadi Sorotan, Instruksi Prabowo hingga Kerugian UMKM

Taufik Fajar , Jurnalis-Sabtu, 27 Juni 2026 |07:31 WIB
6 Fakta Pemadaman Listrik Bergilir Jadi Sorotan, Instruksi Prabowo hingga Kerugian UMKM
Pemadaman Listrik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai mengalami perbaikan setelah sebelumnya terjadi pemadaman bergilir.

Darmawan mengatakan, sejak Minggu, 21 Juni 2026, sistem kelistrikan Jawa mulai kembali membaik sehingga pemadaman bergilir dapat ditekan secara signifikan. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan pasokan listrik tersebut.

Berikut fakta-fakta pemadaman listrik jadi sorotan yang dirangkum Okezone, Sabtu (27/6/2026).

1. Arahan Presiden Prabowo  

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar PT PLN (Persero) mempercepat untuk mengatasi persoalan listrik nasional agar tak ada lagi pemadaman seperti yang terjadi di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta.

Bahlil menyampaikan bahwa Presiden menginstruksikan kementerian terkait segera mengambil langkah terukur untuk memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini," ujar Bahlil dalam keterangannya.

 

2. Pelayanan Listrik  

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga membahas keberlangsungan pelayanan listrik kepada masyarakat. Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah bersama PLN telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas kelistrikan.

"Total konsumsi batubara PLN kita setiap tahun itu 154 juta ton. Sementara penugasan dari Kementerian ESDM kepada perusahaan-perusahaan untuk melayani PLN itu sudah sekitar 180-190 juta ton, yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton," jelasnya.

"Sebenarnya, secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha, 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan berbulan 6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu, atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," lanjutnya.

3. Langkah PLN

Bahlil menyampaikan, pemerintah telah mengambil langkah untuk membantu PLN agar pelayanan listrik kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah membentuk tim pengadaan batu bara untuk memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance, agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bahlil.

“Menurut kami, dari pihak regulator melihat, kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi seperti ini terus. Maka saya membentuk tim, tim pengadaannya itu dari PLN, Dirjen Batubara, BPKP, Inspektur Jenderal,” lanjutnya.

4. Kekhawatiran UMKM

Pemadaman listrik bergilir akibat kendala suplai batu bara dan hambatan teknis pembangkit listrik menuai kekhawatiran bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menaruh perhatian serius terhadap dampak terganggunya operasional bisnis skala lokal yang tidak memiliki generator cadangan mandiri.

"Ini karena pada saat terjadi blackout di Jawa, pertama dampaknya ke masyarakat, yang kedua ke UMKM. Misalnya mereka yang berjualan es di daerah. Pada saat listrik mati, esnya mencair sehingga mereka tidak bisa berjualan. Begitu juga dengan produk frozen food dan sebagainya. Nah, ini sebetulnya dampak sosialnya bisa ke mana-mana," jelas Maman.

5. Dampak ke UMKM

Dampak domino dari pemadaman ini dinilai dapat memperlambat pemulihan omzet harian para pedagang kecil di daerah. Kerusakan bahan baku makanan beku dan matinya mesin penunjang produksi mengharuskan otoritas kelistrikan nasional segera melakukan perbaikan mendasar.

Maman menekankan pentingnya evaluasi manajemen logistik PLN agar ancaman krisis energi serupa tidak terus berulang dan merugikan ekonomi rakyat kecil.

6. Bukan Persoalan Baru

Kejadian pemadaman massal ini sebenarnya bukan persoalan baru yang tidak dapat diantisipasi sejak jauh hari. Otoritas kelistrikan nasional telah diingatkan mengenai rapuhnya rantai pasok energi primer yang terus berulang tanpa solusi permanen.

"Karena saya pernah ada di DPR, dulu sudah didorong bahwa potensi blackout yang terjadi tiga tahun lalu berpotensi terjadi lagi apabila supply chain management yang ada di PLN tidak segera dibenahi dan ditata dengan baik," kata Maman.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement