Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyeragaman Kemasan Rokok Dinilai Bisa Matikan Industri Tembakau

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Sabtu, 27 Juni 2026 |19:10 WIB
Penyeragaman Kemasan Rokok Dinilai Bisa Matikan Industri Tembakau
Penyeragaman Kemasan Rokok Dinilai Bisa Matikan Industri Tembakau. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Persoalan serupa juga muncul pada pembatasan kadar tar. Merrijantij menjelaskan sebagian besar rokok yang diproduksi di Indonesia merupakan rokok kretek yang secara alami memiliki kadar tar lebih tinggi dibandingkan rokok putih.

Saat ini, standar nasional masih memperbolehkan kadar tar hingga 55 mg, sedangkan hasil pengujian rata-rata berada di kisaran 35 mg. Apabila batas maksimal ditetapkan hanya 10 mg, menurutnya hampir seluruh produksi rokok kretek nasional tidak lagi memenuhi ketentuan.

"Artinya, 97 persen rokok kretek yang diproduksi di Indonesia tidak bisa beroperasi. Pertanyaannya, apakah kita sudah siap kehilangan nilai ekonomi yang mencapai sekitar Rp700 triliun?" katanya.

Merrijantij juga meminta agar pemerintah menyusun peta jalan (roadmap) apabila memang ingin menurunkan kadar nikotin secara bertahap.

Menurutnya, langkah tersebut harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, industri, peneliti, hingga petani.

"Kalau memang target akhirnya seperti itu, mari kita duduk bersama. Berapa lama riset yang dibutuhkan, berapa tahun petani perlu beradaptasi, sehingga proses transisi bisa dilakukan secara realistis," ujarnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement