Secara teknis, penerapan skema LCT antara Indonesia dan China akan memangkas proses konversi melalui mata uang ketiga. Dalam mekanisme tersebut, investor di Beijing maupun Shanghai membeli Panda Bond menggunakan renminbi. Selanjutnya, melalui kerja sama bilateral antarbank sentral, dana tersebut dikonversi sehingga pemerintah Indonesia menerima hasil penerbitan dalam bentuk rupiah.
"Begitu dijual nanti saya akan pakai jalur LCT. Mereka bayar dengan renminbi, kemudian melalui mekanisme bank sentral kedua negara saya langsung menerima rupiah," ungkap Purbaya.
Purbaya meyakini penerapan skema tersebut sekaligus dapat memperkuat ketahanan nilai tukar rupiah di tengah gejolak ekonomi global. Menurutnya, semakin kecil penggunaan dolar AS dalam transaksi pembiayaan pemerintah, semakin berkurang pula tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Ketergantungan kita terhadap dolar akan semakin sedikit dan tekanan terhadap rupiah juga bisa berkurang," tegas bendahara negara tersebut.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.