Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar. Angka tersebut tumbuh 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang naik 3,89 persen menjadi USD110,19 miliar.
Tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia, yakni Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, masih menjadi pasar utama.
Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 44,20 persen dari total nilai ekspor nonmigas nasional.
Dari sisi komoditas, surplus perdagangan nonmigas sepanjang periode tersebut ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD13,92 miliar, bahan bakar mineral sebesar USD10,88 miliar, besi dan baja sebesar USD7,09 miliar, nikel dan barang daripadanya sebesar USD5,36 miliar, serta alas kaki sebesar USD2,72 miliar.
Sementara itu, nilai impor kumulatif Indonesia justru meningkat 15,24 persen menjadi USD111,33 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor tersebut didominasi oleh kelompok nonmigas sebesar USD93,88 miliar (naik 13,16 persen), sedangkan impor migas naik 27,89 persen menjadi USD17,45 miliar.
Berdasarkan penggunaan, peningkatan impor nonmigas terjadi di seluruh kategori, yakni barang modal, barang konsumsi, dan bahan baku/penolong industri.