Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Ini Penyebabnya

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 02 Juli 2026 |05:01 WIB
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Ini Penyebabnya
Neraca Dagang (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.

Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit sebesar USD1,61 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi April 2026 yang masih mencatat surplus sebesar USD89,1 juta.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan bahwa defisit terutama disebabkan oleh tekanan pada sektor migas.

“Defisit neraca perdagangan terutama disebabkan oleh komoditas migas yang mencatat defisit sebesar USD3,76 miliar. Defisit tersebut berasal dari perdagangan hasil minyak dan minyak mentah,” ujar Ateng.

Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar USD2,15 miliar, yang ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

 

Namun, besarnya defisit pada sektor migas yang tidak tertutup oleh surplus nonmigas membuat neraca perdagangan secara keseluruhan berada di zona negatif.

Baca selengkapnya: Ini Biang Kerok Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement