Pada periode 2027 hingga 2028, fokus pengembangan bergeser pada pemanfaatan teknologi penyimpanan energi dan energi surya dengan tambahan kapasitas masing-masing 4,6 GW dan 4,4 GW. Pada fase ini, PLN mengandalkan optimalisasi Battery Energy Storage System (BESS) serta pembangunan PLTS, termasuk proyek PLTS terapung di waduk-waduk negara.
Pada tahap tersebut, ditargetkan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di sistem Bali dan Madura yang digantikan oleh kombinasi BESS dan PLTS. Langkah ini sejalan dengan upaya pengurangan impor bahan bakar fosil serta penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.
Memasuki fase akhir menuju 2030, PLN memprioritaskan percepatan penyelesaian sejumlah pembangkit besar baru di sistem Jawa dengan tambahan kapasitas 2,7 GW pada 2029 dan 2,4 GW pada 2030.
Secara keseluruhan, total penambahan kapasitas sebesar 19,1 GW selama periode tersebut merupakan bagian dari implementasi Fat Burning Program serta tahap pertama target PLTS 100 GW sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.