Sementara itu, Filipina masih menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi global. Pemerintah setempat telah menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi hingga 2030 dengan mempertimbangkan risiko ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dampak fenomena El Niño terhadap aktivitas ekonomi domestik.
Meski demikian, pemerintah Filipina menegaskan tetap melanjutkan agenda pembangunan untuk menjaga pertumbuhan yang inklusif dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Di sisi lain, peningkatan status pendapatan juga membawa konsekuensi terhadap akses pembiayaan pembangunan. Negara yang telah masuk kategori berpendapatan menengah atas umumnya akan memperoleh akses yang lebih terbatas terhadap pinjaman lunak dari lembaga pembangunan internasional karena dinilai memiliki kapasitas fiskal yang lebih kuat untuk membiayai kebutuhan pembangunan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.