Sementara, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, perseroan terus mempercepat transformasi di lini bisnis korporasi dan komersial melalui penguatan layanan korporasi berbasis digital, pengembangan ecosystem-driven business, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor strategis.
"BTN ingin hadir tidak hanya sebagai bank pembiayaan rumah, tetapi juga sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional,” tutur Helmy.
Helmy menjelaskan, pendekatan ekosistem menjadi salah satu kunci transformasi BTN ke depan. Dengan basis nasabah yang kuat di sektor perumahan, BTN memiliki ruang besar untuk menghadirkan layanan yang lebih luas, baik bagi nasabah individu, pelaku usaha, maupun institusi. Hal tersebut mencakup solusi pembiayaan, cash management, transaction banking, supply chain financing, serta layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah modern.
“Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Karena itu, BTN terus memperkuat kapabilitas corporate dan commercial banking agar mampu mendukung pertumbuhan ekosistem tersebut secara lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing,” ujar Helmy.
Sekadar informasi, per Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.
Untuk total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun atau tumbuh 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.
Sementara itu, total dana pihak ketiga konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun atau meningkat 9,09% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.