Ditinjau dari klaster lapangan usaha, sektor perdagangan tampil sebagai jawara dengan kontribusi terbesar mencapai porsi 25,6 persen, disusul oleh sektor industri pengolahan dengan porsi 22,8 persen.
Dalam hal akselerasi pertumbuhan, sektor perdagangan juga memimpin dengan kenaikan tertinggi sebesar 45,9 persen, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar 22,8 persen dan industri pengolahan yang tumbuh 19,9 persen.
Purbaya menjelaskan, performa impresif sektor perdagangan dipicu oleh tren kenaikan harga sejumlah komoditas global serta masifnya perkembangan aktivitas pasar digital.
Pada sektor industri pengolahan, kenaikan setoran dipengaruhi oleh membaiknya margin keuntungan korporasi, khususnya pada industri minyak kelapa sawit (CPO).
Kontribusi positif lainnya tetap mengalir dari sektor pertambangan (khususnya subsektor migas), sektor pengangkutan, konstruksi, real estat, hingga jasa perusahaan.
Untuk menjaga konsistensi tren positif ini hingga akhir tahun, pemerintah berkomitmen untuk memperketat pengawasan kepatuhan wajib pajak berbasis risiko, memperluas integrasi data, dan mematangkan sistem administrasi bursa pajak.
“Pertumbuhan yang lebih merata ini menjadi indikasi bahwa basis penerimaan negara semakin kuat dan tidak hanya bergantung pada sektor tertentu,” pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.