JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan Pelabuhan Celukan Bawang mulai melayani penyeberangan pada akhir tahun. Hal ini untuk membantu memecah arus kendaraan pada penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Menhub menegaskan pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Jawa dan Bali.
“Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Menhub telah meninjau Pelabuhan Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, Bali. Hal tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi penyelenggaraan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, serta angkutan Lebaran 2027 yang berdekatan dengan Hari Raya Suci Nyepi. Dia menuturkan Kementerian Perhubungan telah mengkaji sejumlah alternatif lintasan penyeberangan yang dapat mendukung distribusi arus kendaraan, yakni Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, serta Ketapang–Benoa.
Dari sejumlah alternatif tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam mendistribusikan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.
Dia meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry mempercepat kesiapan Pelabuhan Celukan Bawang melalui penyelesaian kajian teknis serta pengembangan fasilitas sesuai target yang telah ditetapkan.
Dudy menginstruksikan Pelindo melakukan revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang agar dapat melayani lintasan penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, dan Tanjung Wangi di Banyuwangi sebagai bagian dari upaya memperluas alternatif konektivitas Jawa-Bali.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.