Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BTN Cetak Laba Rp2,4 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tumbuh Dua Digit

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |14:08 WIB
BTN Cetak Laba Rp2,4 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tumbuh Dua Digit
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

Secara transaksi, jumlah dan nilai transaksi melalui Bale by BTN masing-masing tumbuh 41,6% yoy dan 55,3% yoy per Juni 2026.

Seiring pertumbuhan bisnis, kualitas aset BTN juga terus membaik. Selain NPL yang menurun, perseroan berhasil menekan Loan at Risk (LAR) menjadi 18,6% pada semester I-2026 dari 20,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Per semester I-2026, perseroan juga menurunkan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7% dari 2,0% pada semester I-2025. Perbaikan kualitas aset tersebut mencerminkan keberhasilan BTN dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan.

"Transformasi yang kami jalankan bukan hanya bertujuan memperbesar bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Nixon.

Sebagai bagian dari strategi beyond mortgage sekaligus memperkuat pertumbuhan anorganik, BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan nilai transaksi sekitar Rp12,6 triliun.

Nixon menjelaskan akuisisi tersebut memperkuat komposisi portofolio kredit nonperumahan BTN sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang tetap terjaga. Seluruh portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas (performing loan), sehingga mendukung perbaikan kualitas aset perseroan dan memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas.

"Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang," ujar Nixon.

BTN juga akan melanjutkan akuisisi tahap kedua pada kuartal III-2026 senilai sekitar Rp7,34 triliun. Dengan demikian, secara keseluruhan perseroan akan mengelola sekitar 344.600 rekening kredit pensiun.

Nixon menjelaskan melalui strategi pertumbuhan anorganik tersebut, BTN menargetkan porsi kredit nonperumahan meningkat secara bertahap hingga sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan sehingga struktur bisnis perseroan menjadi semakin seimbang, resilien, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

BTN Bidik Portofolio Kredit Konsumer Baru

BTN juga tengah menjajaki rencana mengakuisisi portofolio kredit konsumer milik bank lain. Langkah anorganik ini ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan bisnis perseroan pada masa mendatang.

Nixon mengungkapkan rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement