Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pangkas 250 Anak Perusahaan, Prabowo: Efisiensi BUMN Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |16:56 WIB
Pangkas 250 Anak Perusahaan, Prabowo: Efisiensi BUMN Hemat Anggaran Rp50 Triliun
Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto, memamerkan capaian signifikan dalam transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui pembentukan Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Langkah konsolidasi aset negara ini dinilai sebagai terobosan sejarah yang akan menjadi cadangan energi masa depan bagi bangsa.

Prabowo menjelaskan bahwa Danantara berfungsi menyatukan aset-aset negara yang selama ini tersebar dan sulit dipantau. Dengan konsolidasi ini, kekayaan negara kini dikelola secara profesional dengan nilai aset yang menembus angka lebih dari 1.000 miliar dolar AS.

"Danantara adalah suatu dana kedaulatan, di mana tabungan-tabungan, kekayaan, aset-aset negara disatukan, dikonsolidasikan, di-manage dengan rapi. Dan ini menjadi cadangan, ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu, dan cicit kita," ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Transformasi ini dimulai dengan penertiban jumlah BUMN yang ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan awal. Presiden mengungkapkan bahwa saat awal menjabat, ia terkesan mendapati jumlah BUMN, termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan, mencapai 1.077 unit.

Melalui kepemimpinan Danantara, proses perampingan pun dilakukan secara agresif. Presiden pun mengapresiasi kinerja jajaran Danantara yang berhasil melakukan langkah berani dalam 18 bulan pertama masa kerjanya.

"Saya terima kasih, saya bangga pimpinan daripada Danantara, dalam tahun pertama, 18 bulan pertama, sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut. Dari 1.077, di akhir bulan ini, di akhir 31 Juli, mereka sudah menutup, mengonsolidasikan, mem-merger sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN," jelas Prabowo.

 

Langkah efisiensi ini tidak berhenti di sini. Pemerintah menargetkan bahwa pada 31 Desember 2027, jumlah BUMN akan disederhanakan menjadi maksimal 350 perusahaan. Artinya, akan ada sekitar 700 entitas yang ditutup atau digabungkan sepanjang periode tersebut.

Dampak ekonomi dari perampingan ini pun sangat nyata bagi keuangan negara. Pemangkasan 250 anak dan cucu perusahaan tersebut berhasil memotong biaya operasional yang selama ini membebani APBN.

"Dan ada laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Rp50 triliun misal untuk gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," tegas Prabowo.

Presiden optimistis angka penghematan tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya proses konsolidasi. Bahkan, ia memproyeksikan potensi efisiensi pada akhir tahun 2026 nanti bisa mencapai angka Rp70 hingga Rp80 triliun, yang nantinya dapat dialokasikan kembali untuk kepentingan pembangunan rakyat.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement