Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo: Amankan Pangan, Habis Itu BBM

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |11:33 WIB
Prabowo: Amankan Pangan, Habis Itu BBM
Prabowo: Amankan Pangan, Habis Itu BBM (Foto: Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus fokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang menjadi fondasi kekuatan dan kemandirian Indonesia, mulai dari ketahanan pangan, energi, pengentasan kemiskinan hingga penciptaan lapangan kerja.

“Yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM,” kata Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Kamis (17/9/2026).

Bagi Prabowo, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pemerintah juga terus mengantisipasi kebutuhan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit, termasuk B50, serta pengembangan energi surya dalam skala besar.

Selain pangan dan energi, Prabowo menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan kelaparan anak, stunting, serta kemiskinan absolut dan kemiskinan ekstrem.

“Bagi saya yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting. Dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem,” lanjutnya.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan agenda efisiensi anggaran dan penyelamatan uang negara dari berbagai kebocoran. Pemerintah, kata Prabowo, kemudian mengarahkan sumber daya yang tersedia untuk investasi pada sektor-sektor produktif yang dapat menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja.

Di sektor ekonomi, pemerintah juga mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Prabowo menyebut pemerintah telah memulai sejumlah proyek hilirisasi yang diharapkan dapat memperkuat industri nasional sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement