"Mereka pernah melihat beberapa tempat, tetapi usulannya belum selalu jelas. Nanti kita lihat," ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah meninjau sejumlah lokasi di Bali sebagai kandidat pembangunan PFII. Beberapa lokasi tersebut merupakan lahan milik BUMN.
"Kemarin saya, Pak Rosan, sudah meninjau beberapa tempat di Bali. Jadi salah satunya adalah lahan yang dimiliki oleh BUMN di Bali. Termasuk kemarin kita lihat beberapa KEK dan juga lahan di Bali Barat maupun lahan di dekat bandara yang dimiliki oleh BUMN. Jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII," kata Airlangga.
Namun, pemerintah sebelumnya telah menetapkan Bali sebagai lokasi utama pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Opsi terkuat berada di kawasan Bali Barat dengan menggunakan lahan milik BUMN yang berlokasi dekat dengan bandara.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.