Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aturan Ojol Segera Terbit, Pendapatan Driver dan Keberlanjutan Aplikator Jadi Perhatian

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2026 |22:03 WIB
Aturan Ojol Segera Terbit, Pendapatan Driver dan Keberlanjutan Aplikator Jadi Perhatian
Pemerintah menilai pengaturan biaya layanan atau platform fee pada layanan ojek online (ojol) perlu mempertimbangkan keberlangsungan seluruh ekosistem. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

“Platform fee dapat dianalogikan sebagai ‘bensin’ untuk menjaga kelangsungan ekosistem digital, meskipun tentu harus dipahami secara proporsional,” katanya.

“Tanpa platform fee, kemampuan platform untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan akan berkurang. Namun, sebagaimana bensin, pengguna juga akan memperhatikan apakah ‘harga’ yang dibayar masih memberikan manfaat yang sepadan,” lanjutnya.

Pembatasan Terlalu Ketat Bisa Berdampak ke Driver

Yudo menjelaskan, perusahaan biasanya mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menentukan besaran platform fee, seperti biaya operasional teknologi, kebutuhan investasi, tingkat persaingan, nilai manfaat bagi pengguna, hingga daya beli masyarakat.

Menurutnya, pembatasan platform fee yang terlalu ketat berpotensi memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memberikan layanan pendukung bagi ekosistem, termasuk program yang berdampak kepada mitra pengemudi.

“Jika biaya dianggap terlalu tinggi dibanding manfaat yang diterima, konsumen relatif mudah berpindah ke platform lain. Oleh karena itu, perusahaan memiliki insentif untuk menjaga agar platform fee tetap berada pada tingkat yang dapat diterima pasar,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement