Ia menilai kebijakan yang membatasi biaya layanan secara kaku dapat menimbulkan dampak lanjutan, seperti berkurangnya investasi teknologi, promosi, hingga pengembangan layanan yang selama ini mendukung aktivitas mitra pengemudi.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap seluruh pihak. Konsumen berpotensi mendapatkan layanan yang kurang inovatif, sementara mitra pengemudi dapat menghadapi penurunan permintaan apabila berbagai program pendukung dari platform berkurang.
“Setiap regulasi tentu memiliki trade-off. Karena itu, kebijakan sebaiknya mempertimbangkan keberlanjutan seluruh pihak secara seimbang,” kata Yudo.
Yudo mengatakan pemerintah perlu memastikan kebijakan platform fee tetap mengedepankan transparansi biaya, persaingan usaha yang sehat, dan perlindungan konsumen, tanpa menghilangkan ruang bagi perusahaan untuk berinovasi.
“Tujuan kebijakan seharusnya bukan hanya mengoptimalkan manfaat bagi satu kelompok, tetapi memastikan seluruh ekosistem digital—konsumen, mitra pengemudi, pelaku usaha, dan perusahaan platform—dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.