Purbaya masih enggan mengungkapkan skema yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban proyek kereta cepat tersebut. Ia hanya memberi sinyal bahwa Kementerian Keuangan memiliki sejumlah special mission vehicle (SMV) yang dapat dimanfaatkan dalam skema pembiayaan.
"Nanti kita kasih tahu. Karena saya punya banyak SMV," ujarnya.
Purbaya juga belum memastikan apakah salah satu SMV tersebut memiliki kapasitas untuk menyediakan pendanaan dalam jumlah besar bagi pembiayaan utang Whoosh. Namun, tujuan utama skema tersebut adalah mengurangi tekanan terhadap APBN.
"Nanti kita kasih tahu, untuk mengurangi beban APBN, jadi anggaran APBN-nya tidak terganggu," katanya.
Sementara itu, pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond atau surat utang negara berdenominasi yuan di pasar domestik China pada Kamis (23/7/2026).