Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panda Bond RI Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |20:38 WIB
Panda Bond RI Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kabar yang meragukan peringkat kredit instrumen surat utang Panda Bond. (Foto :Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kabar yang meragukan peringkat kredit instrumen surat utang Panda Bond. Pemerintah Indonesia sebelumnya resmi menerbitkan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond senilai CNY7 miliar atau sekitar Rp18,58 triliun, setara USD1,033 miliar.

"Peringkatnya AAA kan, rata kanan. (Tapi) ada yang bilang saya bohong," ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat transaksi tersebut memanfaatkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok dan mendapat sambutan hangat dari para investor.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menjelaskan penerbitan Panda Bond mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,4 kali, dengan peak orderbook mencapai CNY17 miliar atau sekitar Rp45,23 triliun.

"Pada 23 Juli 2026, Pemerintah telah menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond dalam mata uang Chinese Renminbi (CNY) sebesar CNY7 miliar (ekuivalen USD1,033 miliar)," kata Suminto kepada iNews Media Group, Kamis (23/7/2026) malam.

Penerbitan tersebut ditawarkan dalam dua seri. Seri tenor 3 tahun dialokasikan sebesar CNY5,6 miliar atau sekitar Rp14,86 triliun dengan yield sebesar 1,90%. Seri ini mencatat penawaran masuk sebesar CNY12,38 miliar atau sekitar Rp32,86 triliun, dengan rasio bid-to-cover sebesar 2,2 kali.

Sementara itu, seri tenor 5 tahun dialokasikan sebesar CNY1,4 miliar atau sekitar Rp3,59 triliun dengan yield sebesar 2,19%. Penawaran yang masuk mencapai CNY4,62 miliar atau sekitar Rp12,26 triliun, dengan rasio bid-to-cover sebesar 3,3 kali.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement