Dia menambahkan bahwa kebijakan fiskal pemerintah juga tidak bisa disamaratakan untuk seluruh lapangan migas. Setiap wilayah kerja memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda sehingga memerlukan perlakuan fiskal yang spesifik.
"Keekonomian lapangan tidak hanya ditentukan oleh besaran split bagi hasil. Ada berbagai instrumen lain seperti Domestic Market Obligation (DMO), Investment Credit, serta berbagai insentif fiskal lainnya yang dapat meningkatkan daya tarik investasi," ujarnya.
Didi mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis maupun kekuatan finansial.
"Tantangan terbesar sering kali justru berada pada aspek nonteknis, mulai dari regulasi pemerintah pusat dan daerah, perizinan, hingga pengadaan lahan. Karena itu, konsultasi dengan pihak-pihak yang kredibel menjadi sangat penting agar proyek dapat berjalan lancar," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.