Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan kendaraan hidrogen akan menjadi pesaing kendaraan listrik berbasis baterai dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Menurut Bahlil, hidrogen memiliki keunggulan dari sisi lingkungan karena tidak menghasilkan limbah baterai. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan berupa tingginya biaya produksi sehingga membutuhkan inovasi teknologi agar lebih efisien dan kompetitif.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri hidrogen karena didukung sumber daya seperti air, gas bumi, batu bara berkalori rendah, dan energi baru terbarukan.
4. Pemerintah Siapkan 93 Proyek Hidrogen
Pemerintah melalui Kementerian ESDM mencatat terdapat 93 inisiatif proyek hidrogen di berbagai wilayah Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp32 triliun.