JAKARTA – Aset daerah tidak melulu berkaitan dengan pemanfaatan lahan atau bangunan milik pemerintah. Nyatanya, terdapat pengelolaan aset daerah yang dioptimalkan menjadi ruang publik untuk memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan sosial bagi masyarakat.
Salah satu contoh nyata dari pengelolaan aset daerah tersebut adalah Taman Anggrek Ragunan yang berlokasi di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kawasan yang berdiri sejak tahun 1973, masih menjadi salah satu tujuan masyarakat, khususnya para pencinta tanaman hias. Apalagi, lokasinya juga berada di dekat pintu timur Kebun Binatang Ragunan.
Taman Anggrek Ragunan memiliki luas sekitar lima hektare, diisi dengan puluhan kavling koleksi tanaman hias yang disewakan kepada pelaku usaha. Pemanfaatan kavling tersebut menjadikan kawasan ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang usaha untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Keberadaan Taman Anggrek Ragunan memberikan ruang bagi para pelaku usaha tanaman hias untuk membudidayakan, memasarkan, dan mengembangkan usaha mereka. Di kawasan ini, pengunjung dapat menemukan deretan kios dan greenhouse yang menampilkan berbagai jenis anggrek serta tanaman hias lainnya.
Dengan begitu, pengunjung dapat memilih langsung berbagai jenis anggrek maupun tanaman hias lainnya yang dibudidayakan oleh para pelaku usaha di kawasan tersebut. Karenanya, aktivitas jual beli tanaman menjadi salah satu daya tarik utama Taman Anggrek Ragunan.