Purbaya menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dioptimalkan sebagai instrumen untuk meredam gejolak ekonomi (shock absorber), mendorong pembangunan (agent of development), serta melindungi kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Dalam menjalankan fungsi sebagai shock absorber, pemerintah telah mengalokasikan subsidi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi sebesar Rp116,9 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas harga dan pasokan BBM maupun pangan.
Di sisi pembangunan, APBN diarahkan untuk mempercepat berbagai program prioritas nasional. Hingga Juli 2026, Program Makan Bergizi Gratis telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun dan menjangkau 63,13 juta penerima manfaat. Sementara itu, Program Sekolah Rakyat telah menyerap anggaran Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 sekolah permanen.
Pemerintah juga terus memperkuat perlindungan sosial melalui sejumlah program bantuan. Realisasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp14,5 triliun, Program Kartu Sembako sebesar Rp19,7 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp8,8 triliun.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah turut meluncurkan berbagai paket stimulus, di antaranya insentif perpajakan bagi pelaku usaha nasional, pemberian diskon transportasi selama periode libur Lebaran dan libur sekolah, serta penguatan program magang dan vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.