JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal mengalami kenaikan hingga 30,27 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini setara dengan 151 persen dari target yang awalnya dicanangkan dalam Roadmap 2027.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyebut pertumbuhan ini sebagai buah dari transformasi digital dan penguatan literasi. Keberhasilan ini juga diikuti oleh dana kelolaan yang melampaui angka psikologis, yakni sebesar Rp1.026,05 triliun atau tumbuh 103 persen dari target.
"Di pasar modal sendiri, pertumbuhan basis investor tercatat tumbuh secara signifikan. Di mana SID di KSEI sudah tercatat di angka 30,27 juta, atau telah tumbuh sebesar 158,27 persen dari tahun sebelumnya," ujarnya dalam acara puncak peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).
Namun, optimisme jumlah investor ini berbenturan dengan realitas harga di papan perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam sebesar 25,87 persen secara year-to-date (ytd) ke level 6.409,65 per 7 Agustus 2026. Penurunan ini berdampak langsung pada kapitalisasi pasar yang kini berada di angka Rp11.212 triliun atau setara 47,07 persen dari PDB tahun 2025.
Meskipun secara nominal angka ini tumbuh dibandingkan tahun 2021, secara pencapaian target Roadmap 2027 sebesar Rp15.000 triliun, posisi saat ini baru mencapai 75 persen. Dengan demikian, masih terdapat gap sebesar Rp3.788 triliun yang harus dikejar hingga 2027.