JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan upaya memperdalam pasar modal terus diakselerasi pemerintah sebagai strategi krusial untuk memelihara keyakinan penanam modal sekaligus memperluas penetrasi industri keuangan dalam negeri.
“Untuk menjaga kepercayaan para investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena pasar modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor, terutama pada saat-saat yang sangat strategis,” ujar Airlangga, Senin (10/8/2026).
Catatan pertumbuhan domestik tersebut menjadi pilar utama dalam mempertahankan rasa aman dan optimisme para pemegang modal terhadap bursa dalam negeri. Realitas ini didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua 2026 yang menembus 5,29 persen (yoy), serta akumulasi paruh pertama 2026 yang tumbuh solid sebesar 5,45 persen.
Realisasi pertumbuhan yang dicapai Indonesia ini secara signifikan melampaui rata-rata ekspansi ekonomi dunia yang hanya bertengger di kisaran 3 persen.
Sejalan dengan itu, penanaman modal riil juga mencatatkan angka di atas Rp1.010,6 triliun dengan tren akselerasi sebesar 7,2 persen (yoy).
Merespons tingginya kebutuhan dana untuk menggerakkan roda pembangunan, pemerintah menilai perluasan variasi instrumen pendanaan menjadi kebijakan yang mendesak. Kebutuhan modal operasional negara pada 2026 diproyeksikan berkisar di angka Rp7.400 triliun dan ditaksir melonjak hingga menyentuh Rp9.200 triliun pada 2029.