Di luar obrolan santai tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan membahas persiapan teknis dan pola implementasi pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan atas (desil 9 dan 10).
"Mau tanya apa? Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang khawatir 9-10, supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap. Sekarang kita lihat sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina, sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan," kata Purbaya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberlakuan kebijakan baru ini mulai Januari mendatang, Purbaya menegaskan pihaknya belum menetapkan tanggal pasti. Fokus pemerintah saat ini adalah menyempurnakan kesiapan sistem dan memperhitungkan berbagai masukan teknis.
Bahlil menegaskan bahwa langkah koordinasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar alokasi subsidi energi senilai ratusan triliun rupiah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
"Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden. Nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri. Seperti itu," ungkap Bahlil.