Pelaku pasar cenderung menahan diri untuk mengambil posisi agresif menjelang rilis data CPI, dengan pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada bulan September berada di kisaran 50-50.
Dari sentimen dalam negeri, penjualan ritel di Indonesia mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat yang membuat konsumen lebih memilih menahan belanja barang non-esensial atau non-pokok (discretionary) seperti pakaian, alat komunikasi, dan perlengkapan rumah tangga.
Penjualan ritel Indonesia turun 3,0 persen secara tahunan pada Juni 2026, melambat dari penurunan 3,9 persen pada bulan sebelumnya dan menandai penurunan paling ringan sejak penurunan dimulai pada April
Kemudian, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data terbaru total utang pemerintah pusat, per Semester pertama tahun 2026, hingga 30 Juni 2026, nilai utang pemerintah pusat telah mencapai Rp 10.293,69 triliun.
Nilai itu membuat rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 41,26 persen.
Nilai total utang pemerintah itu berasal dari hasil penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp8.966,79 triliun, dan pinjaman Rp1.326,90 triliun.
Sebelumnya, posisi utang pemerintah masih senilai Rp9.920,42 triliun sampai dengan akhir Maret 2026. Nilai utang tersebut setara dengan 40,75 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), atau masih jauh di bawah batas aman Undang-undang Keuangan negara yang sebesar 60 persen terhadap PDB.
Selain itu, kamis dini hari waktu Indonesia, MSCI akan mengumumkan hasil August 2026 Index Review. Berdasarkan pengumuman resmi, daftar penambahan dan penghapusan saham akan dipublikasikan sesaat setelah pukul 23.00 Central European Summer Time pada 12 Agustus, atau sekitar pukul 04.00 WIB pada 13 Agustus 2026.
Perubahan hasil review akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September 2026. Investor perlu membedakan tanggal pengumuman dengan tanggal implementasi.
Reaksi harga dapat muncul segera setelah hasil diumumkan, tetapi transaksi penyesuaian dana yang mengikuti indeks biasanya lebih terasa menjelang penutupan pada tanggal implementasi.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.870-Rp17.940 per dolar AS.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.