Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.903 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |15:52 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.903 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 13 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp17.903 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (24/9/2026).

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Para negosiator AS dan Iran di New York sedang menjajaki jalan keluar bertahap dari konflik yang mencakup langkah Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan langkah Washington untuk mencabut blokade ekonomi terhadap Iran. Sebelumnya Presiden Iran menyatakan bahwa keputusan mengenai kapan konflik dengan Iran akan berakhir sepenuhnya bergantung pada AS.

“Arab Saudi mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran, sehingga menggagalkan serangan terhadap provinsi Taif di wilayah selatan dan kawasan Yanbu di tepi Laut Merah; demikian pernyataan koalisi pimpinan Saudi di Yaman,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Washington dan Beijing sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan mereka hingga 10 Januari 2027. Presiden Trump menjamu pemimpin Tiongkok Xi Jinping dalam sebuah jamuan makan malam kenegaraan, kunjungan pertama Xi ke Washington dalam lebih dari satu dekade di mana kedua pemimpin menyoroti kecerdasan buatan (AI) sebagai topik pembahasan utama.

Selain itu, para pejabat Federal Reserve juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lanjutan,Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, menyatakan, "Kita perlu mengembalikan inflasi ke tingkat target dalam waktu yang tepat," seraya menambahkan bahwa "wajar jika kita melihat adanya kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun." 

Presiden The Fed wilayah Cleveland, Beth Hammack, juga memperingatkan bahwa "semakin lama inflasi tetap tinggi, semakin sulit untuk mengembalikannya ke target.

Ditambah lagi, data Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global AS yang kuat. PMI Komposit secara tak terduga naik ke level tertinggi dalam lima tahun di angka 58,4 pada bulan September. Sementara Data klaim awal tunjangan pengangguran AS turun menjadi 197.000 pada pekan yang berakhir 19 September, di bawah ekspektasi pasar sebesar 201.000.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement