"Ini supaya minat masyarakat beli molis ini berjalan cepat dan baik," ujarnya.
Rosan meyakini pasar motor listrik di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Dengan jumlah kendaraan roda dua yang mencapai sekitar 140 juta unit, potensi peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik masih terbuka lebar.
Selain memperkuat sisi pembiayaan, Danantara juga mendorong pengembangan industri motor listrik nasional melalui Molinas. Kendaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahaan swasta untuk meningkatkan kemandirian industri nasional.
Menurut Rosan, pengembangan Molinas menunjukkan bahwa kendaraan listrik beserta komponen pendukungnya dapat diproduksi di dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan teknologi nasional.
"Untuk Molinas ini semua ada di sini, baik baterai. Kita dorong sepenuhnya menggunakan nikel-based. Cadangan nikel dunia banyak ada di Indonesia. Kita punya teknologi dan kemampuan sehingga karya anak bangsa ini berkembang, berkualitas, dan terjangkau," ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi pasar tersebut, saat ini terdapat 10 perusahaan nasional yang telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Perusahaan-perusahaan tersebut didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional sekaligus memperluas jangkauan ke pasar internasional.