Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Modus Penyelundupan 23,78 Kg Emas di Bandara, Disisipkan ke Kemaluan hingga Libatkan Staf Ground Handling

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |20:03 WIB
Modus Penyelundupan 23,78 Kg Emas di Bandara, Disisipkan ke Kemaluan hingga Libatkan Staf Ground Handling
Bea Cukai menggagalkan upaya penyelundupan emas ke luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Okezone.com/Bea Cukai)
A
A
A

"Dalam waktu kurang dari 24 jam, Bea Cukai menghadapi dua modus berbeda. Yang pertama, dengan cara dimasukkan ke area kemaluan wanita dan dubur," kata Purbaya.

Purbaya menilai meningkatnya penyelundupan emas berkaitan dengan penerapan kebijakan fiskal baru berupa pengenaan bea keluar terhadap ekspor emas. Karena itu, sinergi dengan Kepolisian dan penguatan sistem analisis penumpang akan terus ditingkatkan.

"Kalau saya lihat penyelundupan emas makin lama makin meningkat karena ada kebijakan bea ekspor untuk emas, bea keluar emas. Jadi saya harapkan ke depan teman-teman warga negara yang lain, coba hindari ikut kegiatan penyelundupan ini. Walaupun menarik, hukumannya lumayan kalau tertangkap, dan kita akan meningkatkan terus ke depan kewaspadaan Bea Cukai juga dengan pihak Kepolisian," tegas Purbaya.

Dia mengimbau masyarakat yang hendak membawa emas ke luar negeri untuk mematuhi aturan kepabeanan yang berlaku dan melaporkannya secara jujur kepada petugas agar tidak menghadapi konsekuensi hukum.

Djaka merinci, pada kasus pertama, tujuh WNA asal China menyembunyikan emas berbentuk telur dan silinder di dalam kantong celana yang dimodifikasi (body strapping) serta menggunakan modus body insertion.

"Ditemukan emas dalam bentuk silinder atau telur seperti yang ada di depan. Disembunyikan di dalam tas celana yang dimodifikasi, dimasukkan ke dalam kemaluan atau inserter, baik di kemaluan maupun di dubur sehingga ini tentunya berpengaruh pada tujuh pembawaan," terang Djaka.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement