Peta Jalan RAPBN 2027
Secara umum, pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan memuat sejumlah pokok penting, di antaranya:
• Postur RAPBN 2027: belanja negara direncanakan Rp4.097,2 triliun, pendapatan negara Rp3.426 triliun, dengan defisit 2,40 persen terhadap PDB.
• Asumsi makro 2027: pertumbuhan ekonomi ditargetkan 6 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah pada kisaran Rp17.500 per dolar AS.
• Delapan program kerja prioritas nasional: kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan terhadap bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.
• Sejumlah langkah transformasi lanjutan, antara lain renovasi 10.000 Puskesmas dan revitalisasi ratusan RSUD, renovasi sekolah nasional hingga 2029, pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis, optimalisasi aset BUMN, pembangunan PLTS 100 gigawatt, pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), Danantara Development Management Fund (DDMF), proyek Giant Sea Wall, insentif motor listrik nasional, serta usulan kebijakan dwikewarganegaraan terbatas bagi talenta diaspora.
• Konsolidasi pengadaan barang/jasa pemerintah melalui peningkatan kelembagaan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah.
Selain itu, dalam pidato kenegaraan pembukaan Sidang Tahunan MPR RI pada hari yang sama, Presiden juga melaporkan capaian pendidikan bagi warga tidak mampu, termasuk perluasan Sekolah Rakyat (93 permanen, 182 rintisan) dan Beasiswa Garuda (416 mahasiswa tahun 2025, 515 mahasiswa tahun 2026).
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.