Adapun opsi skema yang ditempuh dalam penataan BUMN karya ini mencakup likuidasi bagi entitas yang sudah tidak aktif beroperasi, aksi divestasi untuk melepas lini bisnis tertentu, konsolidasi atau merger antarperusahaan sejenis, serta langkah restrukturisasi mendalam guna menyehatkan neraca keuangan dan efisiensi operasional.
Dalam cetak biru yang disiapkan, Danantara merancang skema konsolidasi dengan menggabungkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ke dalam naungan PT Hutama Karya (Persero).
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP diarahkan untuk berfokus menggarap dua pilar usaha utama, yaitu rekayasa sipil serta EPC, yang memosisikan perseroan memegang kendali penuh dari hulu ke hilir atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.
Tak hanya itu, ada PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke dalam struktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), sementara PTPP tetap dipertahankan beroperasi sebagai entitas mandiri yang berdiri sendiri.
Adapun, entitas hasil penggabungan di bawah Hutama Karya dan Adhi Karya bakal memusatkan keahlian mereka pada jasa teknik sipil, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga perawatan berbagai proyek infrastruktur serta sarana publik seperti gedung, jalan raya, jembatan, bendungan, hingga sistem jaringan utilitas lainnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.