“Jerman juga merupakan mitra strategis dari Just Energy Transition Partnership (JETP), dan Jerman menjadi co-leading IPG (International Partners Group) bersama Jepang, di mana proyek yang dikomitmen dalam JETP itu sebesar USD21,4 miliar,” jelas Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan proyek-proyek energi hijau (green energy) agar dapat memperoleh fasilitas pembiayaan internasional, salah satunya melalui KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau), bank pembangunan dan investasi milik negara Jerman.
Langkah tersebut ditujukan untuk merealisasikan proyek transisi energi yang lebih konkret sekaligus memperkokoh kerja sama bilateral kedua negara.
“Jerman mempunyai keunggulan di bidang riset terapan, precision manufacturing, standard industry, dan inilah yang kita ingin kerjasamakan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya,” ujar Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperluas kolaborasi dengan Indonesia, baik di bidang ekonomi maupun pembangunan berkelanjutan.
Menurut Reem, dunia usaha Jerman memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam agenda pembangunan hijau di Indonesia, khususnya di sektor energi bersih.