Pengembangan komoditas juga disesuaikan dengan kondisi lahan. Tanaman pendamping seperti alpukat diperkenalkan untuk mendukung pola tanam sekaligus mengurangi risiko erosi.
Menurut Hakiki, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan mengenai produksi. Masyarakat juga perlu memiliki akses terhadap pasar agar hasil usaha dapat terserap.
"Yang paling penting apa? Offtaker-nya. Mereka belajar dari bibit sampai pemeliharaan, sampai menghasilkan. Dan yang paling penting apa? Offtaker-nya. Nah, simbiosis ekosistem itu yang akhirnya tercipta," kata Hakiki.
Ia menjelaskan, pelaku usaha dari luar kawasan dapat berperan sebagai offtaker maupun pemodal yang bekerja sama dengan masyarakat. Sementara itu, masyarakat dapat mengembangkan usaha sesuai dengan skala kemampuan mereka.
Offtaker Ikuti Harga Pasar
Hakiki menegaskan, offtaker yang terlibat dalam program tersebut harus mampu membeli hasil produksi masyarakat dengan harga pasar yang wajar. Menurut dia, kehadiran offtaker dibutuhkan untuk memperkuat akses pasar dan posisi tawar masyarakat.
"Offtaker ya yang mampu beli dari masyarakat saja dulu saat ini dengan harga yang pasar. Bukan harga menekan. Kenapa? Karena mereka tidak punya akses pasar," ujarnya.