Melalui ekosistem tersebut, pihaknya bersama para mitranya mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi, termasuk sebagai bahan baku kemasan produk baru sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Di Bali ,pengelolaan tersebut juga mencakup pengembangan sistem pengumpulan, model bisnis isi ulang, tempat sampah terpilah atau dropbox, serta Reverse Vending Machine (RVM). Infrastruktur tersebut digunakan untuk meningkatkan pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi di tingkat masyarakat.
Sementara, bagi Citilink, kolaborasi ini sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus lebih bertanggung jawab. Langkah ini merupakan bagian dalam mendukung terciptanya ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak pihak untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menjaga lingkungan melalui tindakan nyata,” ujar Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro,
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.