Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi Rp3 Triliun Dimulai

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |11:03 WIB
Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi Rp3 Triliun Dimulai
Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi Rp3 Triliun Dimulai (Foto: Iqbal/Okezone)
A
A
A

Pandu menuturkan, proyek PSEL Kota Bekasi menjadi kelanjutan dari pengembangan solusi pengolahan sampah terintegrasi yang sebelumnya dilakukan di kawasan Denpasar Raya pada Juni 2026.

Dalam proses pemilihan mitra, Danantara melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam berbagai proyek PSEL internasional, antara lain di Malaysia, Thailand, Tiongkok, Australia, Irlandia, Jerman, hingga Kuwait.

Selain pengalaman internasional, sejumlah tenaga ahli juga memiliki pengalaman mengembangkan proyek PSEL di dalam negeri. Pandu mengatakan, para tenaga ahli tersebut memberikan dukungan dari berbagai bidang, mulai dari teknis operasional, hukum, finansial, hingga lingkungan.

"Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan mitra ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional," katanya.

Dari sisi lingkungan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan sampah dan pengurangan emisi. Proyek tersebut ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen dari timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.

Selain itu, PSEL Kota Bekasi diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

"Program ini kami rancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengolahan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU IED atau European Industrial Emissions Directive," tutur Pandu.

Dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi diproyeksikan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan listrik sekitar 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi. Sementara dari sisi ekonomi, proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Proyek ini juga ditargetkan mampu mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga sekitar 90 persen.

Pandu menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu daerah, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

"Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua. Mari berkolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah," pungkasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement