Dia menilai perdagangan ritel, baik secara offline maupun online, memiliki peran sebagai jembatan antara industri hulu dan konsumen akhir. Menurutnya, kegiatan seperti Harbolnas perlu terus didorong agar perkembangan industri hulu dapat terhubung dengan kebutuhan dan perubahan perilaku konsumen.
"Kegiatan seperti ini harus kita lakukan untuk menjembatani antara industri hulu dan konsumen akhir, sehingga industri hulu terus berkembang dan juga pelayanan atau perilaku konsumen yang terus berkembang dapat kita antisipasi oleh perdagangan dengan baik," kata Busan.
Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Harbolnas 2026. Dia menilai momentum tersebut dapat menjadi ruang pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya.
Namun, Maman menekankan pentingnya skema perlindungan bagi UMKM dalam pelaksanaan Harbolnas. Menurutnya, dukungan terhadap program tersebut harus tetap diiringi dengan upaya melindungi dan mengembangkan pelaku UMKM di Tanah Air.
"Saya pikir prinsipnya kita dalam support dan dukung penuh program ini sebagai bagian dari untuk mendukung mengembangkan dan meningkatkan penjualan para UMKM di Tanah Air kita," pungkas Maman.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.