JAKARTA - Danantara berencana menyuntikkan dana Rp456 miliar ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk menuntaskan masalah proyek Apartemen LRT City yang terhenti pengerjaannya. Langkah intervensi ini disiapkan untuk memulihkan hak sekitar 2.000 lebih konsumen yang hingga kini belum memperoleh kepastian penyerahan unit hunian.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan kucuran dana penyehatan akan disalurkan melalui skema penyertaan modal demi memastikan proyek dapat segera diselesaikan secara tuntas.
"Akan ada bentuknya equity injection untuk penyelesaian. Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp456 miliar," ujar Dony kepada awak media dalam agenda Danantara Housing Expo di Jakarta, dikutip Jumat (28/8/2026).
Dony menekankan komitmen penuh Danantara untuk menyelesaikan persoalan ini, mengingat entitas korporasi tidak boleh merugikan masyarakat luas. Terkait polemik tersebut, Dony telah memanggil langsung jajaran manajemen Adhi Karya selaku pengembang proyek dan memerintahkan secara tegas agar tidak merugikan hak-hak pembeli.
"Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang rumah pertama. Itu dzalim namanya," ujar Dony.
Dony turut memastikan bahwa persoalan yang membelit proyek hunian vertikal tersebut akan segera tertangani secara menyeluruh demi melindungi hak para pembeli.
"Yakinlah sama saya, pasti akan saya bereskan. Kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian saudara-saudara kita yang sudah membayar itu. Tidak boleh orang terdzalimi dengan hal-hal begitu," ujar Dony.
Proyek apartemen LRT City ini dikerjakan oleh anak usaha Adhi Karya, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Dua proyek yang kini mangkrak, yakni LRT City Ciracas dan LRT City Tebet, struktur bangunannya telah berdiri hingga tahap tutup atap. Kendati demikian, pengerjaan interior dan fasilitas pendukung terhenti total sejak periode setelah Lebaran 2025.
Sementara itu, proyek LRT City Cibubur tercatat belum memasuki tahap pembangunan fisik sama sekali dan lahannya saat ini masih berupa area kosong.
Berdasarkan data internal ADCP, sekitar 2.400 konsumen hingga saat ini belum menerima unit apartemen yang telah mereka beli. Padahal, sebagian besar pembeli sebelumnya telah dijanjikan serah terima unit pada rentang periode 2023 hingga 2024.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.